Minggu, 07 Mei 2017

Dari Abu Hurairah RA. Katanya:


“Setelah Rasulullah SAW wafat dan Abu Bakar telah diangkat menjadi Khalifah, sebagian bangsa Arab kembali menjadi kafir. Umar bin Khattab berkata kepada Abu Bakar: “Mengapa engkau memerangi orang-orang (yang enggan membayar zakat)., sedang Rasulullah SAW telah bersabda: “Aku disuruh memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: “Tiada Tuhan selain Allah.” Siapa yang telah mengucapkan: “Tiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya dia telah memelihara hartanya dan dirinya, kecuali kalau menurut kewajibannya sedang perhitungannya dipulangkan kepada Allah.”
“Abu Bakar menjawab: “Demi Allah ! Sesungguhnya saya akan memerangi orang yang membedakan antara sembahyang dan zakat, karena zakat itu adalah kewajiban mengenai harta. Demi Allah ! Kalau mereka enggan memberikan tali unta yang dahulu mereka pernah memberikannya kepada Rasulullah SAW akan saya perangi mereka karena kenggenanannya itu.”
“Kata Umar bin Khattab: “Demi Allah ! Karena itu, saya mengetahui, bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk berperang. Saya mengetahui pula, bahwa itulah yang benar.”

Dari Mua’adz bin Jabal RA. katanya:


“Rasulullah  SAW mengutus aku, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya engkau akan datang kepada suatu kaum dari orang-orang Ahli Kitab. Maka panggillah mereka kepada pengakuan, bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya aku (Muhammad) adalah utusan Allah (Rosulullah). Kalau mereka telah mengakui hal demikian, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan kepada mereka mengerjakan sembahyang lima kali dalam sehari semalam.”
“Kalau mereka telah mematuhi  hal yang demikian, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan mereka memberikan sedekah (zakat), diambil dari orang-orang yang kaya di antara mereka dan dikembalikan kepada orang-orang yang miskin diantara mereka.”
“Kalau mereka telah mematuhi hal yang demikian, maka jauhilah mengambil harta mereka yang berharga ! Dan jagalah  dirimu terhadap do’a orang yang teraniaya, karena antara do’a orang yang teraniaya itu dengan Allah tiada batasnya (makbul).”

Amal Yang Mengantarkan Ke Surga


عن أبى أَيُّوْبٍ قال جاء رجول إلى النّبيّ صلعم فقال دلّني على عمل أعمله يُدنينى من الجنة ويباعدني من النّار قال تعبدالله لاتشرك به شيئا وتقيم الصّلاة وتؤتي الزّكاة وتَصِلُ ذا رحمك فلمّا أدبر قال رسول الله صلعم إن تمسّك بما أُمر به دخل الجنّة
4.Dari Abu Ayyub RA. berkata:
“Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW, lalu berkata : “Tunjukkan kepada saya amal yang akan saya kerjakan, untuk mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka !” Jawab Nabi: ” Engkau menyembah Allah semata-mata dan tiada mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun, mengerjakan sembahyang, membayar zakat dan mengadakan hubungan baik sesama kerabat. “Setelah laki-laki itu pergi, Rasulullah SAW bersabda: “Kalau dia berpegang teguh (melaksanakan) apa yang diperintahkan kepadanya, niscaya dia masuk surga.”
عن جابر قال أتى النّبيّ صلعم النُّعمان بن قَوْقلٍ فقال يا رسول الله أرئيت إذا صلّيت المكتوبة وحرّمت الحرام واحللت الحلال أأدخل الجنّة فقال النّبيّ صلعم : نعم
5. Dari Jabir RA katanya:
“Datang kepada Nabi SAW. Nu’man bin Qauqal, bertanya: “Ya Rasulullah ! Bagaimana pendapat engkau, kalau saya mengerjakan sembahyang yang fardhu, saya hentikan yang terlarang (haram), dan saya kerjakan yang halal, adakah saya akan masuk surga?” Nabi SAW menjawab : “Ya !”

Dari Anas bin Malik RA katanya :

Dari Anas bin Malik RA katanya :
“Kami dilarang menanyakan sesuatu kepada Rosulullah SAW . Maka sangatlah menarik hati kami, kedatangan seorang laki-laki yang berakal dari penduduk dusun. Dia bertanya dan kami mendengar. Maka datanglah seorang laki-laki dari penduduk dusun, menanyakan: ” Hai Muhammad ! Telah datang kepada kami utusan engkau dan dia mengemukakan kepada kami, bahwa engkau mengemukakan bahwa Allah mengutus engkau.”
Jawab Nabi : ” Benar ! ”
Tanya :” Siapakah yang menciptakan langit ? ”
Jawab : “Allah !”
Tanya : “Siapakah yang menciptakan bumi ?”
Jawab : “Allah !”
Tanya : “Siapakah yang meninggikan bukit-bukit ini dan diadakan di situ apa yang ada ?”
Jawab : “Allah !”
Tanya:  “Demi Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan meninggikan bukit-bukit ini ! Adakah Allah itu yang mengutus engkau ?”
Jawab : “Benar !”
Tanya: “Utusan engkau mengemukakan, bahwa kewajiban kami membayar zakat dari harta kami.”
Jawab : “Benar !”
Tanya: ” Demi Tuhan yang mengutus engkau ! Adakah Allah memerintahkan ini kepada engkau ?”
Jawab: “Benar !”
Tanya: “Utusan engkau mengemukakan, bahwa kewajiban kami berpuasa dibulan Ramadhan, setiap tahun.”
Jawab: “Benar !”
Tanya : “Demi Tuhan yang mengutus engkau ! Adakah Alllah yang memerintahkan ini kepada engkau ?”
Jawab : “Benar !”
Tanya : “Utusan engkau mengemukakan, bahwa kewajiban kami mengunjungi Ka’bah (naik haji) siapa yang sanggup berkunjung kesitu.”
Jawab:”Benar !”
“Kemudian laki-laki itu pergi dan mengucapkan: “Demi Tuhan yang mengutus engkau membawa kebenaran ! Saya tidak akan menambah lebih dari itu dan tidak akan mengurangi.”
Lalu Nabi SAW bersabda: “Kalau benar dia berbuat begitu, niscaya dia akan masuk surga.”

Dari Thalhah bin Ubaidillah RA katanya

Dari Thalhah bin Ubaidillah RA katanya :
“Datang seorang laki-laki kepada Rosulullah SAW dari penduduk daerah Najed, berdebu kepalanya. Kami dengar bunyi suaranya tapi kami tidak mengerti apa yang diucapkannya. Lalu dia mendekati Rasulullah SAW. Rupanya dia menanyakan tentang Islam. Rasulullah SAWE menjawab: “Lima kali sembahyang dalam sehari semalam !” Tanya: ”  Adakah kewajiban saya lainnya?” Jawab Nabi: “Tidak !” Kecuali  kalau engkau menambah dengan sukarela.” Kata Thalhah :  Lalu laki-laki itu berangkat, sambil mengucapkan : “Demi Allah, saya tidak akan menambah lebih dari ini dan tidak akan mengurangi.” Rasulullah SAW bersabda: “Dia beruntung, kalau benar sebagai apa yang diucapkanya.”
Dari Umar bin Khathab RA katanya:
” Ketika kami bersama Rasululloh SAW pada suatu hari, datang seorang laki-laki yang sangat putih kainnya dan sangat hitam rambutnya. Tiada kelihatan padanya tanda-tanda bekas perjalanan, Dan tiada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Lalu dia duduk dekat Nabi SAW dan disandarkannya lututnya ke lutut Nabi, dan diletakkannya kedua tapak tangannya di atas kedua paha beliau.”
“Dia bertanya:  “Hai Muhammad ! Beritakanlah kepadaku tentang Islam !” Rasululloh SAW menjawab:  “Islam itu ialah engkau mengakui, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah (Utusan Allah). engkau mengerjakan sholat, engkau membayar zakat, engkau berpuasa dibulan Ramadhan dan engkau sengaja mengunjungi Ka’bah (naik haji) kalau engkau sanggup datang kesitu.”
Katanya:  “Benar perkataanmu !” Kata Umar:  “Kami merasa heran, karena dia bertanya dan kemudian menyatakan bahwa ucapan Nabi itu benar.”
“Dia bertanya: “Beritakanlah kepadaku tentang iman. !” Nabi menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, MalaikatNya, KitabNya, Rasul-RasulNya,  hari akhirat (kiamat) dan engkau mempercayai adanya qadar buruk dan baik.” Katanya: “Benar perkatanmu !”
“Dia Bertanya: “Beritakanlah kepadaku tentang ihsan !” Jawab: “Engkau menyembah Allah, seolah-olah engkau melihatNya. Kalau engkau tidak bisa seolah-olah melihatNya, maka ingatlah bahwa Allah melihat engkau.”
“Tanya: “Beritakanlah kepadaku tentang sa’at (kiamat) !” Jawab : “Orang yang ditanya tentang sa’at, tidak lebih tahu dari orang yang bertanya.”
“Tanya : “Beritakanlah kepadaku tanda-tandanya !” Jawab : “Hamba sahaya perempuan melahirkan tuannya dan engkau lihat orang-orang yang berkaki telanjang, tiada berpakaian, miskin dan pengembala kambing, mereka bersenang-senang mendiami gedung-gedung besar.”
“Kata Umar: “Sesudah itu laki-laki tadi berangkat. Tiada lama kemudian Nabi mengatakan kepadaku: “Hai Umar ! Tahukah engkau, siapakah orang yang bertanya tadi ?” Saya menjawab: “Allah dan RosulNya lah yang lebih tahu!”  Kata Nabi: “Dia adalah malaikat Jibril, datang kepada kamu untuk mengajarkan kepadamu akan agamamu.”

Kamis, 04 Mei 2017

Bab 52: Menahan Diri dari Meminta-minta

Bab 52: Menahan Diri dari Meminta-minta
 
730. Abu Said al-Khudri r.a. mengatakan bahwa orang-orang Anshar meminta kepada Rasulullah, lalu beliau memberi kepada mereka. Kemudian mereka meminta kepada beliau lagi, lalu beliau memberi kepada mereka. Sehingga, habislah apa yang ada di sisi beliau. Lalu, beliau bersabda (kepada mereka ketika sudah habis segala sesuatu yang beliau infakkan dengan kedua tangan beliau 7/183), "Di tempatku tidak ada harta, aku tidak menyimpannya darimu. (Sesungguhnya) barangsiapa yang menjaga diri, maka Allah menjaganya. Barangsiapa yang memohon kecukupan kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya. Barangsiapa yang menyabarkan diri, maka Allah akan memberinya kesabaran. Tidaklah seseorang dikaruniai pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran."

731. Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Demi Zat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, sungguh seseorang mengarnbil talinya, (kemudian pergi [saya kira beliau bersabda] ke gunung 2/132), lalu mengambil kayu bakar (seikat 3/9) di atas punggungnya. Setelah itu menjualnya, lalu memakan hasilnya dan bersedekah. Perbuatan itu adalah lebih baik baginya daripada ia datang kepada seseorang lalu meminta kepadanya, yang boleh jadi dia diberi atau ditolaknya."
 
732. Zubair bin Awwam r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Apabila kamu menyiapkan seutas tali (dalam satu riwayat: beberapa utas tali 3/9), lalu pergi mencari kayu bakar, kemudian dibawanya seikat kayu di punggungnya lalu dijualnya, dan dengan itu Allah menjaga wajahnya (harga dirinya), maka hal itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang banyak diberi ditolak."

733. Hakim bin Hizam r.a. berkata, "Saya pernah meminta kepada Rasulullah lalu beliau memberiku. Kemudian saya meminta lagi kepada beliau, lalu beliau memberiku. Setelah itu saya meminta lagi kepada beliau, lalu beliau memberiku. Kemudian beliau bersabda, 'Hai Hakim, sesungguhnya harta ini hijau (indah dan menarik) dan manis. Barangsiapa yang mengambilnya dengan jiwa dermawan (dalam satu riwayat dengan jiwa yang bersih 7/176), maka ia diberkahi. Barangsiapa yang mengambilnya dengan jiwa yang rakus, maka ia tidak diberkahi. Ia seperti orang makan tetapi tidak pernah kenyang. Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (peminta).' Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, demi Zat yang mengutus engkau dengan haq (benar), saya tidak akan mengambil sedikit pun dari orang lain setelah engkau hingga aku meninggal dunia.'" Abu Bakar pernah memanggil Hakim untuk diberi suatu pemberian. Namun, ia menolak untuk menerima pemberian itu. Kemudian Umar memanggilnya untuk diberinya. Namun, ia enggan untuk menerimanya barang sedikit pun. Lalu, Umar berkata, "Sesungguhnya saya mempersaksikan kepada kalian wahai kaum muslimin atas Hakim, bahwa saya menawarkan haknya (yang merupakan pembagian dari Allah untuknya) dari fai' (rampasan perang tanpa terjadi kontak senjata) ini. Namun, ia enggan mengambilnya." Hakim tidak mengambilnya (sesuatu) dari seseorang setelah Rasulullah sampai ia meninggal dunia (mudah-mudahan Allah merahmatinya).