Selasa, 29 Oktober 2013

Cara Alami Rangsang Persalinan

Sambil menunggu tanggal perkiraan kelahiran, lakukan kegiatan ini. Efektif untuk merangsang janin turun ke jalan lahir dan kontraksi rahim.
  • Banyak jalan kaki. Jalan kaki bisa merangsang janin turun lebih cepat ke jalan lahir, menguatkan otot, dan memperlancar sirkulasi darah. Ketika berjalan, posisi tubuh harus benar, tegak dan tidak condong ke belakang.
  • Senam hamil di bawah bimbingan instruktur ahli. Manfaatnya adalah untuk membantu melemaskan daerah jalan lahir, memperlancar penurunan bagian bawah janin ke jalan lahir, kontraksi rahim lebih efektif dan persalinan lebih lancar dan mudah.
  • Berhubungan intim dengan suami. Aktivitas ini dapat membantu 'menyiapkan' leher rahim untuk proses persalinan. Kandungan yang terdapat pada sperma juga dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim dan melemaskan leher rahim.
  • Menstimulasi puting payudara, dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan suami. Hal ini akan memicu hormon oksitosin yang dapat merangsang rahim berkontraksi. Namun jangan dilakukan secara berlebihan, karena dapat menyebabkan kontraksi yang kuat, panjang, mengganggu kelancaran aliran darah ke janin.
  • Hilangkan rasa cemas. Wajar jika menjelang persalinan, rasa cemas semakin besar. Ungkapkan dan diskusikan semua kecemasan Anda dengan suami, dokter, atau ahli kejiwaan. Rancanglah kegiatan yang membuat Anda relaks.
  • Terapi herbal. Beberapa jenis herbal bisa merangsang aktivitas rahim. Namun sebelum menggunakannya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli terapi herbal untuk mengetahui tanaman-tanaman yang boleh digunakan untuk ibuhamil dan dosisnya.
  • Pijat refleksi. Tujuannya selain untuk menyeimbangkan sistim tubuh, juga dapat merangsang persalinan. Sebaiknya tindakan ini dilakukan di bawah pengawasan dokter yang menguasai teknik refleksi.
  • Terapi akupuntur. Cara ini dapat mengatasi berbagai keluhan selama hamil, antara lain kontraksi rahim yang lemah. Terapi ini harus dilakukan secara hati-hati dengan ahlinya. 
Tetapi tetap harus diingat, lakukan hal-hal di atas apabila dokter telah menyatakan kalau kehamilan Anda sudah layak untuk menjalani persalinan normal. (me)http://www.ayahbunda.co.id

Merawat Puting Payudara

Puting payudara perlu dirawat agar bagian ini senantiasa bersih dan menonjol, sehingga memudahkan proses menyusui. Namun perlu hati-hati mengingat perawatan ini bisa memicu produksi hormon oksitosin yang bisa menyebabkan kontraksi rahim.

Untuk itulah perawatan puting payudara biasanya dianjurkan ketika kehamilan sudah menginjak usia 37 minggu ke atas. Jadi, jika sampai terjadi sesuatu, maka bayi sudah dapat hidup di luar inkubator.

Kebersihan puting dapat Anda jaga dengan cara membersihkannya setiap hari dengan air hangat setelah mandi. Hindari membersihkan puting payudara dengan sabun, karena akan menyebabkannya kering dan pecah-pecah, sehingga terasa perih.

Selain itu, untuk menjaga agar puting tetap menonjol serta sel-sel kulit mati terlepas dari puting, Anda dapat melakukan hal-hal berikut.  
  • Oleskan baby oil, minyak zaitun atau minyak kelapa ke ujung telunjuk dan ibu jari kanan. 
  • Jepitlah puting dengan telunjuk dan ibu jari yang sudah diolesi dengan minyak tadi. 
  • Lakukan gerakan memutar secara bolak-balik dengan arah berlawanan.
  • Lakukan hal seperti itu pada puting payudara yang lain. 
  • Jika puting payudara melesak ke dalam, Anda dapat membeli alat khusus yang ditempelkan di seputar puting payudara. Mungkin Anda perlu melakukannya selama berminggu-minggu, atau sesuai petunjuk dokter, agar puting dapat terbentuk menonjol. Dengan begitu, diharapkan bagian yang menonjol ini kelak dapat berfungsi dengan baik ketika menyusui buah hati Anda. http://www.ayahbunda.co.id

Agar Tidak Sakit Saat Menyusui

Waow... menyusui mengapa terasa sakit dan menyiksa? Karena ada hal-hal yang mungkin belum Anda kuasai. Perhatikan beberapa hal di bawah ini.
  1. Menempel dengan benar. Hal penting dan harus jadi perhatian pada saat menyusui bayi adalah posisi mulut bayi saat menempel di payudara –dikenal dengan istilah latch on. Payudara lecet adalah tanda bahwa mulut bayi tidak menempel dengan benar di payudara. .
  2. Atur posisi tepat.  Ada berbagai posisi menyusui yang bisa Anda pilih sesuai dengan kenyamanan dan situasi. Pastikan Anda sudah melakukannya dengan benar.
  3. Buat diri nyaman. Tidak ada posisi terbaik ketika menyusui –hanya ada posisi paling nyaman untuk Anda. Sebelum menyusui, ciptakan suasana yang membuat diri Anda merasa nyaman. Ada ibu yang suka menyusui sambil bersandar di kursi berlengan, ada juga yang merasa nyaman bila disangga dengan bantal menyusui. Temukan yang paling pas untuk Anda dan si bayi. Rasa nyaman akan membuat tubuh Anda menjadi rileks, sehingga akan lebih menikmati waktu menyusui sang bayi.
  4. Susui saat baru terjaga. Tawarkan ASI Anda pada saat bayi baru saja terjaga. Biasanya bayi terbangun dalam keadaan lapar. Karena baru separuh sadar, tubuhnya pun masih rileks sehingga Anda lebih mudah mengarahkan dia untuk menyusu. Ketika bayi tidak menempel dengan baik di puting, Anda pun masih bisa memperbaiki posisi tanpa membuat dia kesal. Bila menunggu dia benar-benar terbangun bahkan sampai menangis, bayi akan menyusu lebih kuat karena sudah kelaparan. Akibatnya payudara Anda akan terasa nyeri tiada tara.  
  5. Singkat tapi sering. Semakin jauh rentang waktu menyusui, bayi akan menyusu lebih kuat karena si kecil lapar. Ditambah lagi bayi akan lasak, tidak tenang ingin segera menyusu. Bila Anda belum bisa membuatnya latch on dengan baik, Anda akan kesakitan saat menyusui si kecil. Menunda-nunda memberika ASI juga membuat payudara bengkak dan nyeri saat menyusui karena terlalu penuh terisi ASI. Sebaiknya susui bayi sesuai dengan kebutuhannya setiap kali dia ingin menyusu.  
  6. Ikut kelas laktasi. Dengan ikut grup laktasi seperti yang diadakan oleh AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Anda bisa dapat bertanya langsung mengenai masalah yang Anda alami. Anda bisa dibimbing posisi menyusui yang benar atau mengoreksi latch on bayi. Para konselor ASI ini tidak hanya membantu mengatasi masalah, tapi yang tak kalah penting, mereka juga memberi Anda semangat untuk tidak menyerah dan terus menyusui si kecil.
  7. Tepat dengan pompa. Meningkatkan kekuatan menghisap pompa saat memerah akan membuat ASI yang keluar ketika menyusui bayi akan lebih cepat dan banyak, ternyata tidak benar! Semakin keras hisapan justru menciptakan rasa sakit pada payudara. Ketika memerah ASI menggunakan pompa elektrik, ingatlah untuk mulai dari pengaturan rendah lalu perlahan-lahan naik dan berhenti sejenak atau kurangi kekuatan perah bila Anda merasa tidak nyaman. Pilih pula ukuran corong pompa ASI yang sesuai dengan ukuran payudara agar bisa menghisap lebih baik dan tidak menimbulkan sakit.   
  8. Gunakan Kedua Payudara. Biasakan menyusui bayi dengan kedua payudara secara seimbang. Bila hanya menyusui dengan satu payudara, maka payudara yang tak digunakan akan bengkak akibat ASI tidak dikeluarkan. Sakit sekali rasanya. Bila tidak digunakan bisa pula meningkatkan risiko radang akibat penyumbatan di saluran ASI. Jangan lupa susui bayi hingga payudara kosong agar tidak ada sisa ASI yang bisa menyebabkan penyumbatan.
  9. Hati-hati jamur. Bila posisi menyusui dan perlekatan sudah tepat tapi Anda masih sakit saat menyusui si kecil, masalahnya mungkin Anda terkena infeksi jamur! Gejala yang terjadi adalah nyeri saat dan setelah menyusui, puting lecet dan sensitif, dan gatal atau panas pada salah satu payudara. Segera temui dokter. Bila benar mengidap infeksi jamur, Anda beserta sang bayi harus mendapat perawatan untuk mengatasi infeksi jamur.
  10. Tidak putus asa. Pada masa awal menyusui, tidak hanya Anda yang belajar, bayi Anda pun belajar menemukan posisi yang pas untuk menyusui. Minggu-minggu pertama menyusui adalah masa terberat –namun jangan menyerah dulu. Anda dan bayi tidak butuh waktu lama untuk mencari posisi yang pas. Berhasil melaluinya, maka selanjutnya akan terasa lebih mudah. Anda  semakin mahir melakukannya –dan menyusui pun terasa sudah seperti gerak refleks saja. Setiap kali terlintas pikiran untuk menyerah dan berhenti menyusui si kecil, ingatlah hanya ASI yang terbaik untuk buah hati kita. Sumber :http://www.ayahbunda.co.id

Kamis, 19 September 2013


Bayi Dapat Mendengar

Redaksi – Minggu, 8 September 2013 13:45 WIB
Terbukti dari seluruh indera yang Allah Swt berikan kepada manusia, pendengaran adalah indera yang paling pertama dan terakhir AKTIF. Saat manusia masih dalam bentuk janin di rahim ibunda, ia sudah dapat mendengar dunia luar. Pendengaran pun adalah indera terakhir yang berfungsi saat manusia SEKARAT menjelang ajal. Sebab itu kita diperintahkan TALQIN.
Kaum Yahudi, menebarkan virus kepada ibu HAMIL untuk memperdengarkan musik untuk janin yang dikandungnya. Dengan alasan bahwa ini akan merangsang pertumbuhan otak bayi. Belakangan dalam sebuah riset hal ini terbukti BOHONG adanya.
Beda dengan pengalaman yang Allah Swt beri untuk keluarga kami. Di rumah, kami memperdengarkan ayat ayat Al Quran untuk anak anak kami baik yang sudah terlahir atau masih dalam kandungan.
Dengan telaten istri saya membacakan ayat ayat Allah itu 5 kali dlm 3 WAKTU BENING; Subuh, Maghrib & Jelang tidur.
Alhamdulillah, meski belum bisa baca Al Quran. Anak kami sudah hafal 3 juz Al Quran hingga sekarang. Hal ini hanya mengandalkan INDERA PENDENGARAN mereka.
Rasulullah Saw tidak bisa baca-tulis, namun beliau Saw menerima wahyu mengandalkan indera pendengaran, meskipun tidak lagi pada usia anak anak.
Nah, mulai sekarang… Berlatihlah mendengar ayat ayat Allah Swt dengan suka cita dan hati yang ridha! Anda akan dapati bahwa sungguh ada kemudahan untuk menghafalnya bila Anda mau MENDENGAR.
“Sungguh PENDENGARAN, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawaban.” (QS. 17:36)
Wassalam,
Bobby Herwibowo
Beberapa penyebab umum bayi muntah, yaitu :
- Terlalu banyak makan/minum, Jadi, pastikan bayi minum atau makan cukup.
- Keracunan, Jika si Kecil muntah dan disertai dengan wajah anak terlihat pucat, mengeluh pusing, berasa enek, keringat dingin, dan beberapa anak mengalami bercak-bercak merah pada beberapa bagian tubuhnya, kemungkinan si Kecil mengalami keracunan makanan/minuman.
- Dahak, Jika saluran makan bayi tersumbat dahak, bisa menyebabkan muntah. Batuk setelah makan merupakan penyebab muntah pada bayi.
- Posisi salah, Jika posisi bayi saat menyusui atau makan tidak tepat, akan mengakibatkan bayi tersedak dan kemudian muntah.
- Naiknya asam lambung, Jika bayi sering muntah setelah menyusui kemungkinan karena asam lambungnya naik. Bayi Anda mungkin memiliki beberapa masalah pencernaan yang tidak memungkinkan untuk mencerna susu. Dalam hal ini, bayi Anda segera diperiksakan ke dokter.
Pada Usia Perkembangan 0-3 bulan, bayi mulai menggerakkan tangan sejauh jangkauan pandangan mata dan gemar mengarahkan tangannya ke mulut. Coba arahkan bagian wajah Anda agar dapat disentuh oleh tangan bayi. Bayi akan meraba wajah kita dan menikmati lekukan-lekukan yang ada. Aktivitas ini bermanfaat mengembangkan kemampuan sensorisnya. Bayi pun merasakan kenyamanan dan kepuasan tersendiri telah berhasil menyentuh wajah Anda. Perasaan puas dan nyaman ini sekaligus menstimulasi perkembangan psikologis emosionalnya.

Selasa, 17 September 2013